Selasa, 27 November 2012

Renungan Hati

Berjalan tertatih-tatih menuju asa di hati,
Walau jejak kaki tidak mampu menyentuh tanah.


Dua bait kalimat di atas memberikan banyak arti kepada setiap orang yang sedang merasakan kegalauan hati, itu  istilahnya bagi anak-anak muda. Akibat kegalauan yang menghampiri jiwa banyak sekali anak-anak  nekat melakukan tindakan yang tidak diperkirakan yaitu bunuh diri. memang tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan hidup, karena seringkali masalah itu muncul di saat pondasi keyakinan manusia itu sedang mengalami keruntuhan. Oleh sebab itu, kita sebagai manusia yang beragama harus selalu siap siaga dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, karena terkadang sesuatu yang kita inginkan bisa berubah menjadi sesuatu yang akan memberikan masalah.

Sejak kecil kita telah diajari tentang berbagai sikap, dikenalkan akan hal-hal yang baik maupun tidak. Segala jenis agama baik Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan lainnya telah menjelaskan bahwa manusia harus hidup dengan baik karena cobaan akan selalu datang menghampiri disaat kita ingin maupun tidak, karena semua itu ditentukan oleh kekuasaan Tuhan.

Namun, melihat perkembangan jaman, nilai-nilai keagamaan mulai terkikis akibat semakin modernnya kehidupan. Sering kita lihat di media telah terjadi pembunuhan, pemerkosaan, bunuh diri dan tindak kejahatan yang lainnya. oleh sebab itu diperlukan mental yang kuat di dalam diri agar kita bukan menjadi salah satu pelaku kejahatan tersebut.


Template by:

Free Blog Templates