BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem ekonomi adalah suatu
susunan dari unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan dan bekerja sama
sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu terpenuhinya
kebutuhan yang bersifat materi.[1]
Kegiatan ekonomi merupakan
aktifitas yang amat fundamental sejak keberadaan hidup manusia dimuka bumi.[2] Tanpa kegiatan ekonomi
maka manusia dipastikan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup baik kebutuhan primer
dan sekunder.
Dewasa ini banyak diketahui
berbagai sistem-sistem ekonomi yang dikenalkan kepada masyarakat dunia, seperti
sistem ekonomi kapitalis, sosialis dan yang terbaru adalah sistem ekonomi Islam.
Semua sistem tersebut memiliki perbedaan-perbedaan yang mengakibatkan dalam
proses pengaplikasian sering terjadi permasalahan. Hingga kini pemikir-pemikir masih
mencari sistem ekonomi terbaik yang mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat
dunia secara menyeluruh tidak hanya berdasarkan golongan-golongan tertentu.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep Sistem
Ekonomi Kapitalis?
2. Bagaimana konsep
Sistem Ekonomi Sosialis?
3. Bagaimana konsep Sistem
Ekonomi Islam?
4. Apa saja
perbedaan konsep antara Sistem Ekonomi Kapitalis, Sosialis, dan Islam ?
C. Tujuan Penulisan
1. Penulis beserta pembaca
mengetahui Konsep Ekonomi Kapitalis.
2. Penulis beserta
pembaca mengetahui Konsep Ekonomi Sosialis.
3. Penulis beserta
pembaca mengetahui Konsep Ekonomi Islam.
4. Penulis beserta
pembaca mengetahui perbedaan konsep ekonomi dari ketiga sistem ini sehingga
mampu memilih yang terbaik dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
D. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini
penulis menggunakan metode Research Library dan media Internet sebagai
alat pelengkap apabila penulis tidak menemukan buku yang sesuai dengan
kebutuhan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Ekonomi
Kapitalis
Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan
lain sebagainya.[3]
Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk
memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan,
tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam kegiatan ekonomi. Pada
suatu sistem ekonomi terdapat berbagai macam konsep sebagai dasar pemahaman
sebagai tolak ukur dalam menentukan bagaimana proses ekonomi tersebut. Apabila
tidak ada maka perlu dipertanyakan kebenaran sistem tersebut, begitu pula dengan
ekonomi kapitalis.
Konsep-konsep dalam ekonomi kapitalis adalah sebagai berikut:[4]
1. Sumber kekayaan sangat langka.
2.
Setiap pribadi di
bebaskan untuk memiliki semua kekayaan yang di perolehnya.
3.
Kepuasan pribadi.
Setiap manusia tidak semuanya memiliki harta kekayaan sejak
lahir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab menurut sistem ini
manusia harus berusaha/bekerja dalam mendapatkannya. Tidak ada batasan-batasan dalam
proses mendapatkan dan jumlah kekayaan
yang harus diperoleh. Setelah memiliki harta kekayaan manusia bebas
memanfaatkannya, baik untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder. Oleh
sebab itu sering terjadi permasalahan yang kaya makin kaya dan yang miskin
selamanya tetap miskin. Karena dalam sistem ini kepedulian terhadap orang lain
yang tidak mampu bisa dikatakan kecil bahkan hampir tidak ada. Setiap manusia
berbondong-bondong mengejar kepuasan untuk memenuhi kebutuhan dan kebahagiaan
tidak perduli orang lain menderita oleh perbuatan mereka. Misalkan, Amir adalah
seorang tuan tanah yang memiliki uang yang berlimpah. Masyarakat di sekitarnya
mayoritas golongan menengah kebawah. Sehingga sering kali mereka meminjam uang
kepada Amir untuk memenuhi kebutuhan. setiap bulan mereka harus membayar hutang
beserta bunga kepada Amir walau saat itu tidak memiliki uang. Karena, jika
tidak membayar Amir tega melakukan pemaksaan dengan tindak kekerasan.
Dari ilustrasi diatas terlihat bahwa Amir tidak memperdulikan
orang lain sedang terkena masalah atau hidup dalam kesusahan. Dipikirannya
terpenting uang yang telah ia pinjamkan harus kembali beserta bunga sesuai
waktu yang ditentukan. Ini yang bisa dikatakan sebagai sistem
kapitalis/individual. Kemudian dalam ekonomi kapitalis menentukan keputusan
biasanya oleh orang yang memiliki kekayaan tertinggi seperti pemilik saham
diperusahaan.
B.
Ekonomi Sosialis
Sosialis
adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar
kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur
tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata
kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik,
telekomunikasi, dan sebagainya.[5]
Konsep-konsep
yang dimiliki oleh ekonomi sosialis adalah sebagai berikut:[6]
1.
Sumber kekayaan sangat
langka
2.
Sumber kekayaan di
dapat dari pemberdayaan tenaga kerja (buruh)
3.
Kesetaraan penghasilan
di antara kaum buruh
Dari tiga konsep diatas dapat disimpulkan bahwa sumber kekayaan berdasarkan
sistem sosialis sangat langka. Masyarakat di dunia belum tentu memiliki harta
sejak lahir. Mendapatkan kekayaan menurut sistem ini diperlukan usaha melalui
pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) menjadi tenaga kerja (buruh) untuk
bekerja di bidang pemanfaatan sumber daya alam (SDA) seperti pertambangan,
pertanian, produksi dan sebagainya.
Pemerintah bertanggung jawab mengurus dan mengatur berbagai keputusan untuk
memenuhi kebutuhan. Menurut sistem ini sumber daya alam yang ada adalah milik
negara walaupun, sumber tersebut berada di halaman rumah masyarakat. Misalnya,
ditemukan sumber pertambangan emas di tanah seorang warga. Secara historis
karena berada di tanah masyarakat maka hak kepemilikan adalah kepada
masyarakat. Tetapi, dalam sistem ini pemerintah yang memilikinya. Pendapatan
setiap buruh tidak memiliki perbedaan karena, sistem ekonomi sosialis lebih
mementingkan kebersamaan. Walaupun saat itu ada salah satu orang yang bekerja
libur tidak mendapatkan penghasilan lebih (insentif) Sehingga, secara tidak
langsung kekayaan yang dimiliki dibatasi. Masyarakat diperbolehkan untuk
memiliki kekayaan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan tetapi, tetap
pemerintah yang menjadi pemilik sepenuhnya. Pembagian kebutuhan kepada
masyarakat diberikan secara merata tidak ada yang berbeda. Sehingga, persaingan
pasar tidak akan berjalan dengan baik.
C. Ekonomi Islam
Sistem ekonomi islam
adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam.
Sumber dari keseluruhan nilai tersebut sudah tentu Al-Quran, As-Sunnah, Ijma
dan Qiyas.[7]
Manusia merupakan
makhluk yang diciptakan dengan anugerah akal pikirnya. Dengannya, manusia
memiliki kemampuan memilih di antara berbagai pilihan hidup. Dalam hal ini,
Allah memang telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk menentukan corak
kehidupannya. Apakah ia seorang Islam, kapitalis atau sosialis adalah atas
pilihan dia. Allah yang memiliki sifat Maha Tahu sebelum dan sesudah kejadian
serta dzahir dan bathin tidak pernah memaksa manusia dalam
seluruh segi kehidupannya. Tentu saja, kebebasan pilihan yang diberikan kepada
manusia bukan berarti tidak memiliki konsekuensi apapun. Allah telah menyediakan
banyak pilihan bagi umat manusia, namun Allah pun telah menunjukkan mana
pilihan, cara dan jalan kehidupan yang terbaik. Secara fitrah, akal manusia
akan mampu menggapai pilihan yang terbaik selama ia gunakan cara yang terbaik
pula. Golongan manusia yang berhasil menggunakan cara terbaik dan menentukan
pilihan yang baik dijamin oleh Allah akan mendapatkan kebahagiaan di dunia
maupun di akhirat. Sebaliknya, kesengsaraan dan kerusakan ditimpakan bagi siapa
saja yang gagal mendapatkan jalan terang dan lebih memilih jalan kegelapan
yaitu kekufuran dan kedzaliman.[8]
Sistem ini memiliki
konsep-konsep yang berbeda dengan dua konsep ekonomi diatas konsep itu sebagai
berikut:[9]
1.
Sumber Kekayaan alam semesta dari ALLAH SWT
2.
Sumber kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari ALLAH SWT
3.
Untuk mencapai ke makmuran/sukses (Al-Falah), di dunia dan akhirat
Ketiga konsep merupakan dasar dalam mengembangkan ekonomi islam. Ketiga
konsep ini memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan konsep ekonomi kapitalis
dan sosialis. Menurut ekonomi islam, sumber kekayaan yang ada di dunia ini
seperti kekayaan pribadi, umum, dan negara adalah milik Allah sepenuhnnya
sedangkan yang dimiliki manusia hanya sebuah titipan dari Allah. Sebagai tujuan
awalnya ekonomi islam hadir sebagai sistem yang memperbaiki sistem yang lebih
dahulu dikenal oleh dunia. Jika sistem ekonomi sosialis dan kapitalis hanya
mementingkan kebutuhan serta kepuasan selama hidup di dunia dengan berbagai
cara yang mungkin suatu saat bisa memberikan masalah kepada orang lain
sedangkan ekonomi Islam tidak sperti kedua sistem tersebut. Ekonomi islam
memperkenalkan bahwa kekayaan bukan saja sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup
di dunia tetapi juga sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan akhirat apabila
digunakan sesuai dengan keadaan/keperluan.
D. Perbandingan Konsep Ekonomi Kapitalis,
Sosialis dan Islam.
Suatu sistem terlebih sistem ekonomi diketahui memiliki kelebihan dan
kekurangan. Hal itu bisa menjadi dasar perbandingan untuk menemukan sistem yang
baik dan mampu mengatasi permasalahan ekonomi.
Menurut Marthon, hal-hal yang membedakan ekonomi Islam secara operasional
dengan ekonomi sosialis maupun kapitalis adalah:[10]
1.
Dialektika Nilai-nilai Spritualisme dan Materialisme
Sistem perekonomian kontemporer hanya peduli terhadap peningkatan utilitas
dan nilai-nilai materialisme suatu barang, tanpa menyentuh nilai-nilai
spritualisme dan etika kehidupan masyarakat. Sistem kapitalis memisahkan
intervensi agama dari berbagai kegiatan dan kebijakan ekonomi, padahal pelaku
ekonomi merupakan penggerak utama bagi perkembangan peradaban dan perekonomian
masyarakat. Sedangkan ekonomi islam dalam kegiatan ekonomi, khususnya transaksi
harus berdasarkan keseimbangan dari keduanya.[11]
2.
Kebebasan berekonomi
Kapitalisme menekankan prinsip persamaan bagi setiap individu masyarakat
dalam kegiatan ekonomi secara bebas untuk meraih kekayaan. Realita konsep
kebebasan tersebut menimbulkan keracunan bagi proses distribusi pendapatan dan
kekayaan. Selain itu sistem tersebut secara otomatis mengklasifikasikan
masyarakat menjadi dua bagian, yaitu pemilik modal dan para pekerja. Dalam
konsep sosialisme masyarakat tidak mempunyai kebebasan sedikitpun dalam
melakukan kegiatan ekonomi. kepemilikan individu dihilangkan dan tidak ada
kebebasan untuk melakukan transaksi dalam kesepakatan perdagangan. Ekonomi
islam tidak menafikan intervensi pemerintah. Kebijakansanaan pemerintah
merupakan sebuah keniscayaan ketika perekonomian dalam kondisi darurat, selama
hal ini dibenarkan secara syara. Pada sisi lain kepemilikan dan
kebebasan individu dibenarkan sepanjang tetap pada koridor syariah.[12]
3.
Dualisme Kepemilikan
Hakikatnya pemilik alam semesta beserta isinya hanyalah Allah semata.
Manusia hanya wakil Allah dalam rangka memakmurkan dan mensejahterakan bumi.
Untuk itu, setiap langkah dan kebijakan ekonomi yang diambil oleh manusia untuk
memakmurkan alam semesta tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang
digariskan oleh Allah yang Maha Memiliki. Konsep keseimbangan merupakan karakteristik
dasar ekonomi Islam, karena Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan
seimbang. Salah satu wujud keseimbangan kepemilikan manusia adalah adanya
kepemilikan publik sebagai pemyeimbang kepemilikan individu. [13]
Berbeda dengan kepemilikan kapitalis, sistem ini hanya mengenal bahwa
kepemilikan itu bersifat mutlak milik pribadi. Sedangkan ekonomi sosialis
kepemilikan itu masih bersifat terbatas.
Terlihat sepintas ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang ditunggu
selama ini untuk memperbaiki permasalahan ekonomi di dunia akibat
kesalahan-kesalahan sistem terdahulu. Namun perlu digaris bawahi bahwa sistem
ini tergolong baru muncul setelah meredup lama. Jadi diperlukan pembaharuan
atau penyesuaian agar lebih mampu bersaing bahkan mengganti sistem ekonomi yang
lain.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah suatu sistem yang mengatur perekonomian
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan aspek kebebasan tiada yang
menghalangi.
Sistem Ekonomi Sosialis adalah suatu sistem yang mengatur perekonomian
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang aturan itu ditetapkan oleh negara
sebagai penguasa dalam mengambil keputusan dan pembagian hasil kekayaan.
Sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang mengatur perekonomian
untuk memenihi kebutuhan sehari-hari yang dalam proses kerjanya sesuai dengan
ajaran syariat Islam.
Perbedaan konsep ekonomi antara ketiga sistem ini adalah dilihat dari
Sumber Kekayaan, Kepemilikan, dan Tujuan Gaya Hidup perorangan seperti berikut:
1. Kapitalis
a. Sumber kekayaan sangat langka.
b.
Setiap pribadi di
bebaskan untuk memiliki semua kekayaan yang di perolehnya.
c.
Kepuasan pribadi.
2.
Sosialis
a. Sumber kekayaan sangat langka.
b. Sumber kekayaan di dapat dari pemberdayaan tenaga kerja (buruh).
c. Kesetaraan penghasilan di antara kaum buruh.
3. Islam
a. Sumber Kekayaan alam semesta dari ALLAH SWT
b. Sumber kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari ALLAH SWT
c. Untuk mencapai ke makmuran/sukses (Al-Falah), di dunia dan akhirat
B. Saran
Kita sebagai calon
sarjana Ekonomi Syariah harus mampu memperkenalkan sistem ekonomi yang telah
kita pelajari selama ini melalui pengaplikasian terhadap diri sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Apridar, Teori Ekonomi Sejarah dan zperkembangannya.
Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010
Nasution, Mustafa Edwin. Pengenalan Ekslusif: Ekonomi
Islam. Jakarta: Kencana, 2007
Http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2132294-pengertian-sistem-ekonomi/#ixzz1pkEFGYvY/Online.
Minggu, 18 Maret 2012. Pukul 16.00 WIB.
Http//inayafrifa.wordpress.com/2011/11/29/sistem-ekonomi-liberal/Online
Minggu, 18 Maret 2012. Pukul 16.00 WIB.
Http://nibrahosen.multiply.com/journal/item/16/Perbedaan_Ekonomi_kapitalis-Islam dan Sosialis.?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem/Online.
Minggu, 18 Maret 2012. Pukul 16.00 WIB.
0 komentar:
Posting Komentar